Mencari Pekerjaan Idaman VS ‘Kuli2 masa kini’

Apa yah sebenernya definisi pekerjaan idaman?

apakah karna gaji nya yang bisa buat menghidupi orang se-RT? Atau karna lokasi gedungnya yang di kawasan elit?

atau karna perusahaan nya adalah perusahaan raksasa, sehingga jika seseorang menyebutkan dia bekerja di ‘Perusahaan X’ maka lawan bicara nya akan berkata ‘wah? hebat tuh!’ atau ‘oooh’ bukan malah berkata ‘waduh saya belum pernah dengar tuh, perusahaan apa yah itu de?’

mungkin ini lah potret 'kuli' masa kini

mungkin ini lah potret 'kuli' masa kini (diunduh dari : http://www.worldofstock.com/closeups/TAJ1268.php)

Tapi kalau saya pikir2 lagi sbenarnya pekerjaan itu sama2 saja. Yang beda cuma status atau jabatan nya, lokasi, dan gaji nya, tapi filosofi kerja nya: sama2 aja, ga lebih dari sekadar kuli. Malah mungkin kuli beneran jauh lebih bahagia dari ‘kuli2 masa kini’. Kenapa bisa begitu? ambil contoh aja deh misalnya dalam hal liburan seorang kuli bangunan dibandingkan dengan ‘kuli’ dengan titel account manager di sebuah kantor di Kuningan. Seorang kuli bangunan bisa minta liburan kapan saja asal dia sadar kalo dia libur maka uang gaji nya yg ga tetap itu akan berkurang. Tapi tetap aja, dia bisa menentukan sendiri kapan dia mau libur dan kapan dia mau bekerja. Coba sekarang kita lihat kasusnya si ‘Kuli’ dengan titel account manager. Ketika dia ingin liburan, dia harus bicara dulu dengan Bos-dr-para-kuli-bertitel, dan kemudian si Bos yang juga ‘kuli’ ini akan melihat, menimbang, dan memutuskan apakah si ‘kuli-account-manager’ ini boleh ngambil libur atau ga, berdasarkan jadwal dari ‘kuli-kuli bertitel’ lain nya.

Seorang kuli bangunan juga mungkin hidupnya jauh lebih bebas daripada ‘kuli-kuli masa kini’. Ambil contoh kasus, seorang kuli bangunan di proyek borongan sebuah gedung di semanggi dan seorang ‘kuli’ dengan titel calon kepala daerah. Si kuli bangunan ini bisa bebas tertawa dan menunjukkan geligi nya kapan saja, tak perduli gigi nya putih dan rapi seperti untaian kalung mutiara atau malahan gigi nya tonggos dan kuning; kapan pun dia ingin tertawa, dia bisa tertawa lepas dan bebas. Lain halnya dengan kasus si ‘kuli’ dengan titel calon kepala daerah ini, dia bahkan punya ajudan sendiri yang juga seorang ‘kuli’ yang tugasnya adalah menganalisis dan memperbaiki penampilan si calon kepala daerah ini setiap saat. Di dalam job descriptionnya termasuk memperbaiki senyum si ‘kuli’ kepala daerah ini yang katanya terkadang terlihat sinis dan ditakutkan hal ini dapat menurunkan simpati masyarakat.

Seorang kuli beras yang gajinya seperduaratus gaji para ‘kuli’ di DPR sana, malah mungkin memiliki kualitas tidur yang lebih baik dibanding si ‘kuli’ dengan titel DPR tersebut. Dan bukan tidak mungkin bahkan juga memiliki kualitas hidup yang lebih baik walaupun asupan makanannya tidak semewah si ‘kuli’ dengan titel dewan yang terhomat.

Hmmm,, jangan2 malah kuli adalah pekerjaan idaman? Yah bisa jadi, kenapa tidak?

Hmm, mungkin malah pekerjaan idaman itu adalah non-sense belaka. Itu smua tergantung dari sudut mana kita melihat pekerjaan itu sendiri. Jadi untuk para ‘kuli’ sperti saya yang selalu mengeluh :p , mungkin solusi nya bukan mencari pekerjaan ‘kuli’ baru, tapi mengubah pola pikir saya sehingga saya bisa mensyukuri yang saya dapat dan kemudian mengembangkan kemampuan saya.

atau mungkin juga saya salah, tapi konsep salah itu sendiri kan relatif 🙂

Jadi teman2, selamat mencari pekerjaan idaman!

Belajar dari Qatar

Dulunya tidak lebih dari hamparan pasir -diunduh dari www.wikipedia.org

Dulunya tidak lebih dari hamparan pasir -diunduh dari http://www.wikipedia.org

Jika kita melihat Qatar beberapa tahun ke belakang, dijamin yang kita lihat hanyalah sebuah negara kecil di timur tengah sana yang kalah pesona dengan Arab Saudi atau Dubai. Tapi coba lihat apa yang terjadi sekarang,,, hmmm luar biasa…begitu Anda menjejakan kaki di negara ini, Anda akan melihat geliat pembangunan yang luar biasa. Memang, masih belum semegah dan se modern negara timur tengah yang lain. Namun, aura semangat yang ditunjukkan negara ini berbeda, negara ini bersiap untuk maju.

Qatar sendiri berasal dari kata Qatara yang artinya kepercayaan diri atau sikap manis. sebuah nama yang manis untuk dijadikan nama negara 🙂 . Qatar dulu nya sempat dianggap sebagai anak tiri di kawasan timur tengah karena minyak bumi yang dikandung di tanah Qatar tidak sebanyak negara2 timur tengah lain. Ibarat kata, penduduk Arab saudi misalnya dimanapun dia menancapkan tongkat dan membuat lubang, niscaya mereka akan mendapatkan minyak, bahkan drilling salah direction juga tetap bisa menghasilkan minyak, wong minyaknya merata di semua tempat kog.Lain cerita dengan penduduk Qatar, mereka harus merencanakan, membuat planning untuk pengeboran, dan juga planning yg paling tepat sehingga produksi minyak yg ‘tidak banyak’ itu bisa menjadi optimal.Kondisi ‘susah’ ini membuat karakter orang2 yang berbeda, mereka menjadi orang2 yang mau berusaha keras.

Qatar juga menyadari bahwa untuk bisa terus maju, mereka harus investasi besar untuk dana pendidikan dan dana untuk membuat penduduk asli nya merasa nyaman untuk tinggal di negara mereka sendiri, sehingga mereka tidak kehilangan aset terbesar mereka: PEOPLE. Oleh karena itu, pemerintah Qatar menyediakan dana besar bahkan membayar warga negara nya untuk bersekolah, semakin tinggi sekolah nya, semakin baik nilai yg diperoleh, semakin besar pula bayarannya. Memang, kondisi ini menjadi lebih mudah jika yang dikelola bukan negara kepulauan sebesar Indonesia. Namun, tetap harus diakui; mereka memiliki nilai2 yang baik.

Wajah Doha di waktu malam

Wajah Doha di waktu malam

Kondisi anak tiri di minyak dan investasi pendidikan yang luar biasa ternyata membuat hasil yang luar biasa, penemuan lapangan Gas bumi terbesar. Hal ini kontan membuat Qatar naik daun. Qatar menjadi Arab Saudi untuk gas bumi. Terlena? ternyata tidak! Pendapatan yang berlimpah digunakan sebanyak2nya untuk perbaikan di semua bidang. Qatar yang kini menjadi negara dengan pendapatan per kapita terbesar bahkan diprediksi akan menyaingi Dubai.

Ditambah lagi harga minyak dunia yang terus meroket, membuat negara2 timur tengah termasuk Qatar kebanjiran pendapatan. Lihat saja, sementara aviasi Eropa dan Amerika harus menelan ludah dan mengetatkan dompet mereka, bahkan terancam tidak mendapatkan untung tahun ini, Qatar Airways malah melebarkan sayapnya dengan membeli pesawat baru dan membuat bisnis baru selain aviasi. Luar biasa!

Sikap dan mentalitas yang seperti Qatar lah yang mungkin boleh menjadi acuan untuk kita pelajari. Jangan biarkan kita dianggap sebelah mata karena kekurangan kita,tapi justru kita jdkan modal untuk menggali kelebihan kita. Tapi ada satu poin penting lagi yang mesti kita pelajari, setelah kita ketahui kelebihan kita, bukan berarti berhenti, bukan berarti puas. Gali dan teruslah belajar, belajar untuk menjadi lebih lagi, sambil terus menundukkan hati. Menundukkan hati bukan karena malu, menundukkan hati bukan karena tidak percaya diri, melainkan menundukkan hati karena rendah hati. Mari kita belajar dari Qatar :).

Hello =)

)

Hi, nama saya Dita Amanda. Bukan seseorang yang penting, atau boleh saya bilang: BELUM menjadi seseorang yang penting :p ; Selamat datang di blog saya!

Menurut literature yang saya baca, salah satu cara untuk menjadi percaya diri adalah dengan menulis. Oleh karena itu, mulai lah saya menulis dan membuat blog.

Bukan sesuatu yang penting dan saya yakin bukan sebuah tulisan yang mampu mengubah dunia (walaupun saya berharap begitu :p ). Namun, saya hanya ingin semua perjalanan saya diabadikan dalam dunia maya ini. Sambil berharap kepercayaan diri saya (berdasar literature tadi) bisa jadi bertambah juga 🙂 . Selamat membaca!